Pelatihan Penerapan Sistem Hazard Analysis And Critical Control Point (HACCP) di Unit/Instalasi Gizi

akreditasi_rumahs_akit

PENDAHULUAN

Pendekatan pelayanan gizi Nutrition Care Process(NCP) merupakan pendekatan pelayanan gizi terpadu yang akan mengarahkan ahli gizi dalam melaksanakan asuhan gizi secara professional dengan tim lain di rumah sakit terutama dokter dan perawat. Kerentanan konsumen adalah factor pendukung foodborne disease, karenanya pasien rumah sakit yang dalam masa penyembuhan dan perawatan membutuhkan makanan yang aman agar tidak membebani tubuh dengan kontaminasi baru.

Peranan unit gizi dalam menjaga keamanan makanan pasien adalah dengan menerapkan metode Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang sudah diakui sebagai metode yang effective dalam menjaga keamanan pangan. Sebagai prasyarat HACCP dilakukan higine dan sanitasi unit gizi sebagai perwujudan Good Manufacturing Practices (GMP).

Guna mencapai pendekatan asuhan gizi dengan NCP dan penerapan system HACCP secara optimal, harus juga memperhatikan dan menyesuaikan dengan kemampuan Rumah Sakit. Unit gizi dapat menerapkannya secara bertahap dan ini membutuhkan keterampilan personalnya serta komitmen manajemen Rumah Sakit untuk menerapkan asuhan gizi terstandar dan memberikan food safety bagi pasiennya. Saat ini walaupun pelaksanaanya baru dirasakan di beberapa rumah sakit tetapi dampak positif dari perbaikan pelayanan gizi ini sudah dirasakan. Untuk itu peningkatan SDM perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan komitmen semua pihak di lingkup kerja Rumah Sakit dalam menjalankan peran masing-masing khususnya pada unit gizi.

TUJUAN
Kegiatan ini bertujuan adalah meningkatkan pemahaman dan komitmen dalam penerapan proses asuhan gizi terstandar dan pengelolaan makanan pasien di Rumah Sakit, berdasarkan HACCP serta mengusulkan rancangan NCP dan HACCP yang mungkin digunakan dalam peningkatan mutu Rumah Sakit.

MATERI

  1. Overview Penerapan Kebijakan Standar Pelayanan Kesehatan.
  2. Peran Strategis Kepala Instalasi dalam Memaksimalkan SDM di Instalasi Gizi.
  3. Nutrition Support Team dalam Penerapan Medical Nutrition Therapy.
  4. Standardized Nutrition Care Process .
  5. Standar Penyelenggaraan Makanan Pasien Berdasarkan Sistem HACCP.
  6. Studi kasus NCP
  7. Studi kasus HACCP
  8. Proses Asuhan Gizi Terstandar dan Penerapan HACCP

PESERTA

  1. Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit
  2. Kepala Bagian/Staf Instalasi Gizi Rumah Sakit

PEMATERI / INSTRUKTUR DAN METODE PELAKSANAAN
Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, consultant  yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

WAKTU DAN PELAKSANAAN

Angkatan I: Kamis – Sabtu, 22-24 September 2016
Angkatan II : Senin – Rabu, 17-19 Oktober 2016
Angkatan III : Kamis – Sabtu, 24-26 November 2016
Angkatan IV : Senin – Rabu, 19-21 Desember 2016

TEMPAT KEGIATAN
1. LPP Garden Hotel Yogyakarta, Jl. Perumnas No 1 Depok Caturtunggal, Sleman
2.LPP Convention Hotel Yogyakarta, Jl. Demangan Baru No. 8 Yogyakarta
3. Hotel Puri Artha Yogyakarta, Jl. Cendrawasih No. 36 Yogyakarta
 
BIAYA KEGIATAN
Rp. 6.000.000,- /peserta * Non Residensial
Biaya tersebut belum termasuk penginapan selama kegiatan berlangsung
Fasilitas : Lunch,Coffe break 2 kali sehari, sertifikat, CD Materi dan seminar kit (Tas exclusive, Materi, Block Note, bullpoint, dll)
Kegiatan akan dilaksanakan dengan jumlah peserta minimal 5 orang

jenis training

Share Button

Pelatihan Manajemen Sanitasi Dapur Rumah Sakit

gizi5-copy

PENDAHULUAN

Keberadaan dapur di rumah Sakit sebagai penghasil limbah terbesar ke 2 setelah instalasi linen atau laundry, harus mendapatkan perhatian yang serius dari pihak manajemen. Pengelolaan bahan makanan dan makanan di dapur rumah sakit menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan para staf dan pasien di rumah sakit. Dapur yang salah kelola menyebabkan kontaminasi bakteri dan mikro organisme sehingga mendatangkan penyakit. Jangan sampai pasien yang dirawat di RS dengan penyakit A pulang dengan penyakit B,
Letupan penyakit oleh makanan disebabkan penyimpanan makanan tak benar, alat-alat tercemar (terkontaminasi air kotor, hewan, dan debu), serta kontaminasi silang peralatan memasak.

Mikroorganisme dapat tumbuh dan berkembang cepat pada dapur lembab, peralatan yang disimpan belum kering, bahan makanan yang tak dibersihkan dengan benar, serta bak cuci piring dan spons pencuci yang kotor. Spons harus diganti berkala dan tak direndam air agar tak menjadi sarang mikroorganisme. Manajemen pengelolaan makanan sangat penting dalam penyembuhan penyakit. Salah satunya menjaga kebersihan alat makan. Alat makan yang tak dicuci bersih menyebabkan bibit penyakit berkembang biak dan mencemari makanan yang disajikan. Peralatan yang digunakan harus kering.
Contoh mikroorganisme yang bisa berkembang di permukaan basah di antaranya Pseudomonas, Staphylococcus, dan Escherichia coli. Bakteri ini bisa mengganggu pencernaan, seperti muntah, nyeri, dan diare.

Demikian kompleksnya permasalahan yang harus dihadapi para pengelola instalasi gizi di rumah sakit, guna memenuhi standar kesehatan lingkungan Rumah sakit. Untuk  merealisasikan hal tersebut dibutuhkan sinergisitas antar departemen yang terdapat di rumah sakit. Karna pada akhirnya kepuasan pasien harus diwujudkan dengan komitmen bersama untuk mengoptimalisasikan kinerja organisasi secara keseluruhan.

TUJUAN

  1. Memberikan pengetahuan yang mendasar dalam pengelolaan dapur di rumah sakit
  2. Memberikan pemahaman yang mendalam tentang peran dan fungsi sanitarian di dalam penanganan limbah di dapur rumah sakit.
  3. Memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan antara kebersihan dapur rumah sakit dengan kepuasan pasien.

MATERI

  1. Konsep kepuasan pelanggan di Rumah Sakit
  2. Upaya Peningkatan Kinerja Organisasional Rumah Sakit
  3. Pemantauan kualitas kimiawi dan biologi dalam Pemantauan Hgyine Makanan
  4. Pemantauan instalasi, sarana dan prasarana dapur
  5. Proses Aerob dan Unairob serta Material Saftey Data (MSD)

PESERTA

  1. Kepala/Staf Dapur Rumah Sakit
  2. Kepala/Staf Instalasi Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
  3. Anggota Tim Pemantauan Pengendalian Inveksi (PPI) Rumah Sakit

PEMATERI / INSTRUKTUR DAN METODE PELAKSANAAN
Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, consultant  yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

WAKTU DAN PELAKSANAAN

Angkatan I: Kamis – Sabtu, 22-24 September 2016
Angkatan II : Senin – Rabu, 17-19 Oktober 2016
Angkatan III : Kamis – Sabtu, 24-26 November 2016
Angkatan IV : Senin – Rabu, 19-21 Desember 2016

TEMPAT KEGIATAN
1. LPP Garden Hotel Yogyakarta, Jl. Perumnas No 1 Depok Caturtunggal, Sleman
2.LPP Convention Hotel Yogyakarta, Jl. Demangan Baru No. 8 Yogyakarta
3. Hotel Puri Artha Yogyakarta, Jl. Cendrawasih No. 36 Yogyakarta
 
BIAYA KEGIATAN
Rp. 6.000.000,- /peserta * Non Residensial
Biaya tersebut belum termasuk penginapan selama kegiatan berlangsung
Fasilitas : Lunch,Coffe break 2 kali sehari, sertifikat, CD Materi dan seminar kit (Tas exclusive, Materi, Block Note, bullpoint, dll)
Kegiatan akan dilaksanakan dengan jumlah peserta minimal 5 orang

jenis training

Share Button

Pelatihan Manajemen Diklat Rumah Sakit

yanhee-hospital-single-room

PENDAHULUAN

Rumah sakit merupakan salah satu penyedia jasa khususnya di bidang kesehatan. Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tentunya tidak hanya berupa kelengkapan fasilitas saja tetapi juga pada layanan yang bersifat humanis dari petugas rumah sakit (mulai dari petugas layanan kebersihan, perawat, dokter manajemen diklat rumahsakitsampai dengan manajemen rumah sakit). Pelayanan yang diberikan merupakan salah satu faktor pendukung kesembuhan pasien. Dalam memberikan pelayanan tentunya staf rumah sakit secara berkala memperoleh pelatihan dari bagian diklat rumah sakit. Adapun tugas dan fungsi bagian diklat rumah sakit selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia rumah sakit juga mampu menjalin kerjasama dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Dalam upaya memenangkan persaingan di pasar bebas setiap perusahaan dituntut untuk mampu menghasilkan  barang/jasa yang berdaya saing tinggi, yaitu barang/jasa yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Untuk menghasilakan barang/jasa yang berdaya saing tinggi ditentukan oleh tingkat efisiensi yang tinggi. Tingkat efisien yang tinggi ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu SDM yang professional  yang dapat menciptakan nilai tambah baru dan mampu menjawab tantangan baru.

Dalam penyelenggaraan diklat tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan di lapangan. Sumber daya manusia merupakan elemen organisasi yang sangat penting. Sumber daya manusia merupakan pilar utama sekaligus penggerak roda organisasi dalam upaya mewujudkan visi dan misinya. Karenanya harus dipastikan sumber daya ini dikelola dengan sebaik mungkin agar mampu member kontribusi secara optimal. Maka diperlukanlah sebuah pengelolaan secara sistematis dan terencana agar tujuan yang diinginkan dimasa sekarang dan masa depan bisa tercapai yang sering disebut sebagai manajemen sumber daya manusia.

TUJUAN

  1. Memberikan peserta pemahaman tentang peran, fungsi pendidikan dan pengembangan dan relevansinya ke pada rumah sakit.
  2. Memberikaaan peserta tentang pemahaman TNA (Training Nedd Analysis) guna menganalisis kebutuhan pelatihan baik bagi manajemen ataupun staf
  3. Mengembangkan kompetensi personil agar mampu merealisasikan misi organisasi dalam rangka mewujudkan visi.

MATERI

  1. Essensi Pelatihan dan Pengembangan bagi Pegawai
  2. Manajemen Pengelolaan bidang Diklat
  3. Mengenal Training Need Analysis
  4. Training Need Analaysis Process
  5. Stud Kasus

PESERTA

  1. Kepala bagian HRD/Personalia
  2. Koordinator Bidang Pelatihan

PEMATERI / INSTRUKTUR DAN METODE PELAKSANAAN
Tim Pemateri / Instruktur atau Narasumber yang kami ikut libatkan terdiri dari para Akademisi, Praktisi, consultant  yang berkompeten dibidangnya dengan Metode Presentasi, Diskusi, Bedah Kasus dan Simulasi.

WAKTU DAN PELAKSANAAN

Angkatan I: Kamis – Sabtu, 22-24 September 2016
Angkatan II : Senin – Rabu, 17-19 Oktober 2016
Angkatan III : Kamis – Sabtu, 24-26 November 2016
Angkatan IV : Senin – Rabu, 19-21 Desember 2016

TEMPAT KEGIATAN
1. LPP Garden Hotel Yogyakarta, Jl. Perumnas No 1 Depok Caturtunggal, Sleman
2.LPP Convention Hotel Yogyakarta, Jl. Demangan Baru No. 8 Yogyakarta
3. Hotel Puri Artha Yogyakarta, Jl. Cendrawasih No. 36 Yogyakarta
 
BIAYA KEGIATAN
Rp. 6.000.000,- /peserta * Non Residensial
Biaya tersebut belum termasuk penginapan selama kegiatan berlangsung
Fasilitas : Lunch,Coffe break 2 kali sehari, sertifikat, CD Materi dan seminar kit (Tas exclusive, Materi, Block Note, bullpoint, dll)
Kegiatan akan dilaksanakan dengan jumlah peserta minimal 5 orang

jenis training

Share Button